JEJAK KATA, Kota Tangerang – Musim kemarau selalu datang dengan cara yang nyaris sama. Rumput mulai menguning, tanah kehilangan lembapnya, dan kran air menjadi benda yang lebih sering diperhatikan daripada biasanya. Di Kota Tangerang, tanda-tanda itu mulai terasa seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau masih akan berlangsung hingga September 2026.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang mengimbau warga menggunakan air secara lebih bijak sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang biasanya meningkat ketika cuaca kering berkepanjangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan bahwa langkah sederhana seperti memperbaiki kebocoran saluran air, memanfaatkan kembali air bekas yang masih layak untuk menyiram tanaman, hingga menampung air sebagai cadangan dapat membantu mengurangi risiko kekurangan air selama kemarau.
Di saat yang sama, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun lahan kosong. Pada musim kering, percikan api kecil sekalipun dapat dengan cepat menjalar dan memicu kebakaran yang lebih luas.
Menurut Mahdiar, hasil kajian hidrometeorologi menunjukkan curah hujan masih berada pada kategori rendah sehingga potensi kekeringan dan kebakaran perlu diantisipasi sejak dini. Karena itu, masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan titik kebakaran atau wilayah yang mengalami kesulitan air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Sejumlah langkah antisipasi juga disiapkan pemerintah daerah. BPBD berkoordinasi dengan TNI, Kepolisian, serta instansi terkait untuk menyiagakan mobil tangki air bersih, personel, hingga kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) apabila dibutuhkan dalam penanganan keadaan darurat.
Di sektor layanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan bagi pelanggan masih dalam kondisi aman. Meski debit Sungai Cisadane sebagai sumber air baku utama dilaporkan menurun sekitar lima persen akibat kemarau, ketersediaan air dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang telah menyiapkan 30 unit tandon air untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran. Jaringan hydrant juga terus disiagakan sebagai sumber pasokan air ketika kondisi darurat terjadi.
Musim kemarau memang datang setiap tahun. Namun, di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi, kebiasaan menghemat air dan mencegah kebakaran bukan lagi sekadar imbauan, melainkan bagian dari upaya bersama agar kemarau tidak berkembang menjadi bencana. (*






