HeadlineLiputan

Di Tengah Sorotan terhadap Polri, Tiga Pejabat Polda Banten Bergeser

×

Di Tengah Sorotan terhadap Polri, Tiga Pejabat Polda Banten Bergeser

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten Komisaris Besar Maruli Hutapea Ahiles | Foto: dok. Humas Polda Banten

JEJAK KATA, Serang – Gerbong mutasi di tubuh Polri kembali bergerak. Tiga pejabat utama Polda Banten mendapat penugasan baru berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/2026 tertanggal 2 November 2026. Pergeseran jabatan ini berlangsung ketika institusi kepolisian tengah menjadi sorotan publik menyusul isu penetapan tersangka terhadap mantan Kapolri dan sejumlah jenderal polisi.

Meski demikian, belum ada informasi yang menunjukkan bahwa rotasi tersebut berkaitan dengan isu hukum yang berkembang. Polda Banten menyebut mutasi sebagai bagian dari penyegaran dan pembinaan karier di lingkungan kepolisian.

Tiga pejabat yang bergeser ialah Direktur Reserse Narkoba, Komandan Satuan Brimob, dan Kepala Kepolisian Resor Kota Serang.

Kombes Pol Wiwin Setiawan, yang sebelumnya menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, mendapat tugas baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat II Bareskrim Polri. Posisinya digantikan Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo, sebelumnya Kapolresta Yogyakarta.

Selanjutnya, Dansatbrimob Polda Banten Kombes Pol Edi Suranta Sinulingga dimutasi menjadi Teknisi KBR Madya Tingkat III Korbrimob Polri. Jabatan yang ditinggalkannya dipercayakan kepada Kombes Pol Hadi Saepul Rahman.

Sementara itu, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria mendapat jabatan baru sebagai Kasubdit III Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri. Penggantinya adalah Kombes Pol Guntur Muhammad Tariq, yang sebelumnya bertugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Tingkat III Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli membenarkan adanya rotasi tersebut pada Rabu, 4 November 2026.

Menurut dia, mutasi merupakan hal lumrah dalam organisasi kepolisian, baik untuk penyegaran maupun pengembangan karier personel.

Namun, di tengah sorotan terhadap institusi Polri, setiap pergeseran jabatan pejabat kepolisian tak lepas dari perhatian publik. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi pekerjaan penting agar rotasi tidak sekadar menjadi perpindahan kursi, melainkan juga bagian dari pembenahan institusi. (*

Tinggalkan Balasan