Jejak KataSeni dan Hiburan

Ade Kurniawan: Suara di Balik SpongeBob yang Tak Pernah Berhenti Berkarya

×

Ade Kurniawan: Suara di Balik SpongeBob yang Tak Pernah Berhenti Berkarya

Sebarkan artikel ini
Ade Kurniawan, pengisi suara SpongeBob | Foto: Dok. Widi Hatmoko

HIBURAN — Aula Al-Fityan School, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, mendadak riuh. Bukan hanya karena pementasan teater anak yang baru berlangsung, melainkan karena sebuah suara yang begitu akrab di telinga banyak orang dewasa yang pernah menjadi anak-anak. Suara itu milik Ade Kurniawan.

Dengan intonasi khas yang tipis, jenaka, dan mudah dikenali, Ade menghadirkan kembali karakter SpongeBob SquarePants. Ketika boneka berwarna kuning itu muncul, batas antara panggung teater dan Bikini Bottom seolah menipis. Anak-anak tertawa. Orang dewasa pun tak kalah tersenyum.

Bagi Ade, suara yang kini melekat pada salah satu karakter animasi paling populer itu bukan sesuatu yang datang dalam semalam. Ia menyebut kuncinya sederhana: konsisten.

“Karena konsisten, kita masih dikenal sampai sekarang. Kalau tidak konsisten, mungkin ya berlalu begitu saja,” kata Ade usai mengisi acara pementasan teater di Al-Fityan School, Minggu 30 Agustus 2026.

Ade mulai menekuni dunia pengisian suara pada 1995, selepas menyelesaikan sekolah. Saat itu, ia mengikuti casting yang dibuka untuk kebutuhan sulih suara. Dari sana, kariernya dimulai dengan mengisi suara film India.

Jalannya tak selalu lurus. Ada masa ketika suara Ade yang ia sendiri sebut “cemen” justru dianggap kurang cocok dengan kebutuhan industri. Dunia sulih suara kala itu lebih banyak mencari karakter dengan suara berat dan tegas.

Namun suara yang sempat terasa seperti kekurangan itu belakangan berubah menjadi ciri khas. Karakter-karakter jenaka membutuhkan suara yang berbeda. Dan Ade memiliki itu.

Ia kemudian menjalani berbagai pekerjaan sambil tetap bertahan di dunia sulih suara. Pernah bekerja sebagai floor director, menghidupkan suasana penonton di lokasi syuting dengan candaan, Ade juga tetap menerima pekerjaan sebagai pengisi suara.

Kemudian datang tawaran yang kelak membuat suaranya dikenal jauh lebih luas: SpongeBob SquarePants.

Karakter spons laut kuning dari kota fiktif Bikini Bottom itu telah lebih dulu dikenal penonton Indonesia melalui tayangan televisi dan sulih suara bahasa Indonesia. Ade sempat mengisi suara tokoh utama tersebut dalam puluhan episode, sebelum kembali dipercaya menghidupkan karakter itu pada musim-musim berikutnya.

Ade Kurniawan saat tampil bersama anak-anak teater Al Fityan School | Foto: Dok. Widi Hatmoko

Kini, puluhan tahun setelah pertama kali masuk studio sulih suara, Ade masih menjalani profesi yang sama. Ia masih menjadi suara SpongeBob, sekaligus mengembangkan langkah ke bidang seni peran.

Terbaru, ia terlibat dalam film Foufo, karya komedi fiksi ilmiah yang turut mempertemukan pekerjaan pengisi suara dan penampilannya sebagai aktor.

“Dalam film Foufo, sebenarnya berperan sebagai pengisi suara dari karakter utama alien yang bernama Foufo. Tapi, di sini juga saya memerankan itu,” ujarnya.

Di tengah perkembangan teknologi, perubahan platform tontonan, dan lahirnya banyak suara baru, Ade memilih tetap berada di jalur yang telah ditekuninya sejak 1995. Kesibukannya masih berkaitan dengan ruang kedap suara, mikrofon, naskah, dan karakter-karakter yang membutuhkan nyawa melalui suara.

“Masih di SpongeBob, tapi untuk film-film di Netflix,” katanya.

Ade Kurniawan barangkali telah menemukan satu pelajaran sederhana dari perjalanan panjangnya. Suara yang dulu dianggap terlalu “cemen” ternyata tidak perlu dibuat menjadi berat agar berhasil.

Kadang, seseorang hanya perlu bertahan cukup lama dengan apa yang menjadi kekhasannya. Selebihnya, biarkan waktu yang membuat sebuah suara menemukan telinganya sendiri. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *