Rumah si Pitung

Nama si Pitung sering dikaitkan dengan tokoh mitos masyarakat Betawi sebagai pahlawan pembela kebenaran. Namun, keberadaan si Pitung memang nyata dan masyhur sebagai jagoan asli Betawi. Si Pitung hidup pada abad ke-17 dan sebenarnya adalah penduduk Rawa Belong, Jakarta Barat.
Mie Ayam Pangsit Pak Moto, “Recommended” dan Rasanya Jos Gobyos
Dia dikenal sebagai seorang perampok yang merampok orang kaya yang sering bekerja sama dengan penjajah Belanda kala itu. Hasil rampokan kemudian dibagikan si Pitung kepada rakyat Indonesia (Batavia/Jakarta). Awalnya si Pitung berkomplot dengan sepupunya bernama Ji. Malang, Ji berhasil tertangkap dan dihukum mati oleh polisi (penjaga keamanan saat itu). Selanjutnya, si Pitung “bekerja” sendiri.
Si Pitung berhasil “mencapai” daerah Marunda, Jakarta Utara salah satunya karena rumah ini. Aslinya, Rumah si Pitung adalah milik Haji Safiudin, seorang bandar perdagangan ikan. Ada dua versi cerita, pertama rumah ini adalah rumah yang pernah dirampok si Pitung. Versi kedua, Haji Safiudin yang menyerahkan sejumlah uang ke si Pitung secara sukarela dan jadi mitra kerjanya.
Menelusuri Jamur Tandan Kosong Kelapa Sawit di Lampung Tengah
Kini, rumah si Pitung telah menjadi situs sejarah dan memiliki juga fungsi sebagai sebagai Museum Kebaharian Jakarta Situs Marunda. Di rumah panggung bergaya Bugis (Sulawesi Selatan) ini, terpajang berbagai replika benda-benda yang pernah dipakai ketika si Pitung tinggal di daerah ini. Tempatnya rapi, cukup luas, dan bersih.
Museum ini buka mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Untuk masuk, cukup membayar tiket seharga Rp2 ribu – 5 ribu rupiah saja. Telah tersedia juga mushola dan toilet. Lalu, ada tempat duduk-duduk bersantai dan beberapa penjual makanan khas Betawi. Jangan melewatkan untuk mencicipi makanan Betawi tersebut karena sangat otentik dan harganya terjangkau.
Alamat: Jl. Kampung Marunda Pulo, RT.02 / RW.07, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara






