Sebelum gelaran Penta Klabs ini diselenggarakan, ujar Pupung, pihaknya, sudah menyosialisasikan acara ini di 8 tempat naik di Kampus mapun di Komunitas yaitu; Bersua at the Heights (Sabtu, 19 Nov), Demajors (Jumat, 25 Nov), Unissula (Sabtu, 26 Nov), UIN Walisongo (Senin, 28 Nov), Kama Tembalang ¬(Sabtu, 3 Des), Undip (Senin, 5 Des) dan Kampus Unika (Kamis, 8 Des).
“Para seniman yang terlibat dalam Festival Penta Klabs dari berbagai daerah ini sudah mulai berdatangan untuk tinggal dan berkarya bersama di Kampung Nelayan Tambakrejo, Semarang Utara dari 9 Desember hingga nanti 16 Desember 2022. “Hasil karyanya akan dipamerkan atau dipresentasikan dari 17-21 Desember@022 siang- malam,” tandas Pupung.
BACA JUA: Penasaran! Foto Motor Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Beredar
Memmotret dan Memetakan Persoalan Pesisir
Lebih lanjut, Pupung, menjelaskan, perhelatan seni ini berupaya memotret kompleksitas persoalan pesisir dari perspektif warga setempat yang direspons dari berbagai kalangan. Para partisipan diharapkan tidak melulu melihat persoalan seperti rob dan perumahan yang layak sebagai wacana yang perlu diproduksi terus menerus.
“Tetapi siasat hidup warga (daya resiliense) dan nilai-nilai budaya yang ada di Tambakrejo perlu dimunculkan sebagai salah satu cara melihat kampung sebagai ruang yang hidup.” ujar Pujo Nugroho, ketua panitia.
BACA JUGA: Salut! BEM Unimar Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa di Solear
Kurator pameran, A Khairudin menambahkan para seniman ditantang untuk ‘menaklukkan’ ruang-ruang kampung, berbeda dengan galeri mapun ruang pamer yang mapan, mereka akan bernegosiasi dengan pemilik rumah dan warga untuk presentasi karya. Kesan yang positif juga ditujukan oleh beberapa seniman yang sudah tinggal disana.
Sementara itu, Martha Kumala Dewi – salah satu seniman residensi dari Garwaseni (Semarang) mengaku seneng banget, karena dari acara Penta K Labs ini . Menurut dia nggak cuma bikin kita sebagai komunitas seniman menjadi tertantang untuk project on site tapi juga bikin kita akhirnya saling terhubung antar satu sama lain komunitas atau personal seniman yang lain.
BACA JUGA: “SATOE” Pameran Tunggal Goenarso Digelar di TAN Artspace Semarang
“Dari sini bisa aja bahkan kita merencanakan kolaborasi-kolaborasi ke depannya. Banyak jejaring dan kemungkinan ke depan bisa digarap bersama, ” ucap Martha Kumala Dewi .






