Kedua masalah Kesehatan, Seperti Masalah stunting. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) stunting adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang, maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai. Pertengahan tahun lalu menurut Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Tangerang, Sri Indriyani mengatakan sebanyak 8.704 anak menderita stunting atau kondisi telat tumbuh pada anak usia balita. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya kemiskinan dan pola hidup yang tidak sehat (Sumber: REPUBLIKA.CO.ID). secara jangka panjang stunting ini akan menjadi masalah besar kasus stunting ini sangat berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa nanti dan menjadikan anak rentan terhadap penyakit. Angka ini tentu terbilang masih sangat tinggi, meskipun memang dari tahun sebelumnya mengalami penurunan yang mulanya tercatat di angka 11.083 pada tahun 2021. Tentu ini menjadi PR besar bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan program-program kerjanya untuk menekan angka stunting ini menjadi turun bahkan sampai 0%.
Belum lagi masalah DBD, menurut Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Tangerang dr Sumihar Sihaloho melaporkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2022 (Januari-September) mengalami peningkatan signifikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari data sepanjang Januari sampai September 2022 tercatat ada 1.035 kasus penderita DBD (Sumber: Tangerang-ANTARA).
Lalu masalah fasilitas kesehatan, pada tahun 2022 ini pemerintah Kabupaten Tangerang merencanakan pembangunan RSUD Tigaraksa, pembangunan yang direncanakan di mulai pada bulan Oktober tetapi sampai saat ini belum nampak tanda-tanda pembangunan akan di mulai. Meskipun Pembangunan RSUD Tigaraksa ini sebelumnya sempat mendapatkan penolakan dari masyarakat karena pembangunan RSUD berada di bawah jaringan transmisi listri SUTET/SUTT. Disisi lain mendapat banyak dukungan karena Pembangunan RSUD Tigaraksa sangat penting dan akan berdampak positif dalam rangka memberikan pelayanan di bidang kesehatan pada kepada masyarakat di wilayah Selatan Kabupaten Tangerang, seperti Kecamatan Jambe, Kecamatan Curug, Kecamatan Cikupa, Kecamatan Panongan, Kecamatan Solear, Solear dan Kecamatan Tigaraksa. Harapan Masyarakat ini agar dapat segera direalisasikan oleh pemda prihal pembangunan RSUD ini.
Ketiga masalah Pendidikan, Pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun daerah bahkan bangsa, sehingga tinggi rendahnya indeks pendidikan memberikan salah satu indikator dalam kemajuan suatu daerah. Masih tingginya anak putus sekolah di Kabupaten Tangerang masih menjadi isu hangat saat ini. mengapa tidak menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) mencatat, sebanyak 22.061 anak di Kabupaten Tangerang, tidak sekolah. Ribuan anak tidak sekolah tersebut terdiri dari 6.247 anak yang masuk dalam kategori Drop Out (DO) dan 15.814 anak yang masuk dalam kategori Lulus Tanpa Melanjutkan (LTM), mulai dari jenjang SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan SMA/K (Sekolah Menengah Atas/Kejuruan) sumber: viva.co.id. Belum lagi masalah mutu pendidikan yang rendah, fasilitas sekolah yang kurang memadai, masalah zonasi juga yang membingungkan orang tua siswa.






