Keempat masalah Lingkungan Hidup, persoalan lingkungan di Kabupaten Tangerang belum terselesaikan. Misalnya. Masalah pengelolahan sampah yang masih semrawut baik itu sampah rumah tangga dan lain sebagainya, belum bisa teratasi dengan baik dan menjadi pemandangan yang buruk di beberapa ruas jalan baik itu jalan besar maupun kecil. Sampai saat ini, terlihat belum ada langkah kongkret dari Pemda atau DLHK untuk mengatasinya. Apalagi saat musim penghujan sampah menjadi momok menakutkan jadi salah satu penyebab banjir.
Belum lagi permasalahan sungai-sungai di Kabupaten Tangerang yang tercemar limbah Industri pabrik yang menjadikan berubah warna dan bau busuk bahkan sempat masuk pemberitaan di media televisi nasional dan media online.
Ditambah permasalahan pencemaran udara di Kabupaten Tangerang. Sebagaimana menurut data dari IQ AIR bulan Juni yang lalu, Pasar Kemis masuk ke wilayah dengan kualitas udara tidak sehat atau terburuk pertama di Indonesia. Tentu ini bukanlah sebuah prestasi, Melainkan bentuk representasi dari ketidakmampuan atau kegagalan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalah lingkungan hidup di Kabupaten Tangerang.
Kelima masalah Infrastruktur, infrastruktur di Kabupaten Tangerang banyak yang rusak parah. Mulai dari jalan yang berlubang sampai struktur jalan terbelah. Padahal Kabupaten Tangerang merupakan wilayah penyokong Ibu Kota Negara Jakarta dan juga di kenal kota 1001 industri sangat memprihatinkan apabila melihat kondisi infrastruktur saat ini. Pada tahun 2021 penulis pernah menyampaikan aspirasi ini bersama Aliansi BEM-Kab.Tangerang prihal permasalahan infrastruktur ini pada saat Hut Kabupaten Tangerang ke 389. Belakangan aspirasi itu sepertinya telah di dengarkan, beberapa ruas jalan sudah dilakukan perbaikan-perbaikan dan pembongkaran jalan oleh Pemda. Tetapi pembongkaran jalan ini menimbulkan permasalahan baru, pemda seolah tidak memiliki perhitungan matang mengenai pembangunan ini. Mengapa? akhir tahun biasanya terjadi curah hujan sangat tinggi di Indonesia akan menyebabkan kebanjiran dan kemacetan di beberapa ruas jalan dan di perparah lagi oleh pembongkaran dan perbaikan jalan. Tentu ini akan menyebabkan kemacetan lebih parah dan bahkan sampai berjam-jam.
Pertanyaan nya apakah ini sudah diperhitungkan oleh dinas terkait, hujan akan menyebabkan pengecoran akan terkendala karena tidak mungkin mengecor pada saat kondisi sedang hujan selain itu semen coran akan tidak mudah mengering karena kurangnya sinar matahari. dan ini menimbulkan asumsi, Pemerintah Kabupaten Tangerang terkesan terburu-buru dan tampa perhitungan matang seolah-olah pembangunan infrastruktur di kebut di akhir tahun agar semua anggaran pembangunan terserap 100 persen dan tahun berikutnya bisa menambah anggaran lagi.






