Dari inovasinya itu, ternyata diterima oleh pasar. Tidak hanya lokal, tapi juga skala internasional. Bahkan, saat ini sepatu sebatik sudah merambah pasar ekspor. Dan, yang saat ini sedang dikerjakan adalah melayani pasar negeri kincir angin, Belanda.
“Ini sedang proses produksi, untuk kita kirim ke Belanda,” katanya.
Pun demikian, Des mengaku bahwa apa yang saat ini ia geluti dan sudah mulai membuahkan hasil itu, penuh lika-liku dan perjalanan panjang. Karena, sepatu dengan bahan dan motif batik merupakan produk yang anti mainstream. Sehingga perlu meyakinkan bahwa produk yang ia ciptakan ini tidak sekadar alas kaki yang mampu menandingi produk dengan bahan kulit maupun sintetis, tetapi juga memiliki nilai estetika, serta mengedepankan kearifan lokal.
Saat ini, selain mengembangkan produk alas kaki sepatu, sebatik juga mulai merambah produk sandal, topi, hingga tas. Ia juga berharap, apa yang sudah ia ciptakan itu bisa memberikan motivasi kepada para pelaku IKM, bahwa sesuatu yang tadinya dianggap kecil ternyata bisa menjadi mahakarya yang bisa menjelajah dunia.






