Jejak KataLiputan

Wajib Tahu! Inilah Data Anak Stunting di Indonesia dan di Dunia

×

Wajib Tahu! Inilah Data Anak Stunting di Indonesia dan di Dunia

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Anak-anak sedang bermain air saat dalam situasi banjir

2. Infeksi Penyakit Berulang

Infeksi penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seringkali menyerang anak-anak. Penyakit ini mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh anak. Anak yang sering sakit menjadi lebih rentan mengalami kekurangan gizi karena tubuhnya lebih fokus melawan infeksi dibanding menyerap nutrisi.

3. Perawatan Pasca Melahirkan yang Tidak Memadai

Ibu yang tidak mendapatkan perawatan yang memadai setelah melahirkan seringkali mengalami kelelahan, sindrom baby blues, bahkan depresi. Kondisi ini dapat mengurangi kemampuan ibu dalam memberikan ASI eksklusif yang sangat penting bagi pertumbuhan anak pada enam bulan pertama kehidupannya.

Wardah Beauty Luncurkan Lipstik Terbaru di Kota Tangerang

4. Kondisi Lingkungan yang Tidak Bersih

Lingkungan yang tidak bersih, terutama sanitasi yang buruk dan air minum yang terkontaminasi, dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi yang berdampak pada gizi anak. Penyakit infeksi yang berulang akan mengganggu penyerapan nutrisi dan menyebabkan anak mengalami malnutrisi yang berujung pada stunting.

5. Kurangnya Akses ke Layanan Kesehatan dan Gizi

Layanan kesehatan dan gizi yang memadai sangat penting untuk mendeteksi dan mengatasi masalah gizi sejak dini. Sayangnya, di banyak daerah, terutama daerah terpencil, akses terhadap layanan ini masih sangat terbatas. Kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih dan fasilitas yang memadai menjadi salah satu kendala utama dan menjadi penyebab terjadinya anak stunting.

Sedang Memasak Mie Seorang Warga di Balaraja Tewas Terbakar

Upaya Penanganan dan Pencegahan Stunting Oleh Pemerintah di Indonesia

Upaya pemerintah dalam menurunkan serta melakukan pencegahan stunting dilakukan melalui banyak program, di antaranya:

Edukasi bagi para ibu muda untuk mengenali ciri anak stunting, supaya bisa mengambil tindakan sesegera mungkin untuk mengatasinya.
Peningkatan gizi masyarakat melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan tujuan untuk meningkatkan status gizi anak maupun ibu hamil.
Membangun infrastruktur air minum serta sanitasi yang baik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk mencegah stunting.
Mendorong pemberian ASI eksklusif pada anak dan melakukan pemantauan tumbuh kembang janin dan balita melalui program posyandu bagi anak dan ibu hamil. Menyediakan vaksinasi lengkap untuk anak.

Pelita Air dan AirNav Teken MoU Layanan Navigasi Penerbangan di Bandara Pondok Cabe

Memfasilitasi kelas parenting dan kelas stunting supaya calon orang tua memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya tanggung jawab seorang ibu saja.

Bagaimana dengan Kasus Stunting di Dunia?

Tidak hanya di Indonesia, kondisi stunting juga hadir dalam kehidupan masyarakat global, meski secara data memang mayoritas terjadi di negara-negara berkembang dan tertinggal. Di tahun 2021, UNICEF merilis laporan level malnutrisi anak-anak di dunia ada sekitar 149,2 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *