Jejak KataLiputan

PT Kobe Bantah Jadi Sumber Polusi, Warga Minta “Trial” Tutup Sementara

×

PT Kobe Bantah Jadi Sumber Polusi, Warga Minta “Trial” Tutup Sementara

Sebarkan artikel ini
Pihak manajemen PT Kobe Kujira Mandiri saat berdialog dengan perwakilan warga, yang juga dihadiri oleh camat Panongan, OPD terkait dan Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang

JEJAK KATA, Tangerang — Bau menyengat yang dikeluhkan warga Kelurahan Mekar Bakti, kawasan CitraRaya, dan sekitarnya belum menemukan pangkal persoalan. Perusahaan yang selama ini menjadi sorotan, PT Kobe Kujira Mandiri (KKM) di Kawasan Industri Milenium, membantah sebagai sumber pencemaran.

Antonius, manajemen PT Kobe Kujira Mandiri, mengatakan pihaknya belum yakin bau yang dirasakan warga berasal dari aktivitas perusahaannya. Alasannya, Kawasan Industri Milenium dihuni banyak industri dengan cerobong dan emisi masing-masing.

“Kalau memang dampak yang disebabkan oleh kami, saya akan selalu melakukan perbaikan. Cuma yang saya ragukan, industri di sini, kawasan apalagi, banyak cerobong dan banyak asap,” ujar Antonius, Rabu, 12 Agustus 2026, seusai pertemuan dengan warga dan Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang di perusahaannya.

Menurut dia, emisi dari berbagai industri di kawasan tersebut bisa bercampur sehingga sulit memastikan sumbernya hanya dari satu perusahaan.

Namun, persoalan bau tidak berhenti pada dugaan. Saat pertemuan berlangsung di lobi manajemen perusahaan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Nonce Tendean mengaku mencium bau yang disebut warga selama ini. Budi, salah seorang warga yang hadir, juga merasakan hal serupa.

Antonius tak sepenuhnya menutup kemungkinan adanya dampak dari aktivitas perusahaannya. Ia menyatakan siap melakukan perbaikan jika hasil pemeriksaan menunjukkan sumber pencemaran berasal dari PT Kobe Kujira Mandiri.

“Kami juga enggak menutup kemungkinan kalau memang ada yang dirasakan. Karena penciuman orang berbeda-beda,” katanya.

Keluhan warga disebut telah berlangsung sejak 2025, beriringan dengan mulai beroperasinya perusahaan tersebut. Namun, hingga kini sumber bau belum memperoleh jawaban yang meyakinkan bagi warga.

Yuda, warga CitraRaya, mengusulkan cara yang menurutnya sederhana untuk menguji dugaan tersebut: menghentikan sementara operasional perusahaan.

“Uji coba, ditutup. Kalau berani, pemerintah dan legislatif, coba lakukan penutupan sementara,” ujar Yuda.

Menurut dia, penghentian sementara bukan dimaksudkan untuk mematikan kegiatan usaha, melainkan menjadi pembuktian. Jika setelah perusahaan berhenti bau tetap muncul, PT Kobe Kujira Mandiri dapat kembali beroperasi.

Persoalan ini sebelumnya telah dibawa ke rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang dan organisasi perangkat daerah terkait. Bahkan, salah satu perusahaan lain yang sempat menjadi sorotan telah ditutup. Namun, keluhan bau masih muncul.

Di titik itu, persoalannya bukan lagi sekadar soal siapa yang merasa terganggu atau siapa yang menyangkal. Pemerintah perlu memastikan sumber pencemaran berdasarkan pengukuran dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, selama sumbernya belum terang, warga akan terus mencium bau yang sama—sementara tanggung jawabnya berpindah-pindah seperti asap di antara cerobong kawasan industri. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *