Jejak KataWisata dan Kuliner

Kedai Kala, Ruang Kecil di Ciakar yang Meracik Mimpi dan Rasa dalam Satu Meja

×

Kedai Kala, Ruang Kecil di Ciakar yang Meracik Mimpi dan Rasa dalam Satu Meja

Sebarkan artikel ini
Kedai Kala

JEJAK KATA, Tangerang – Senja selalu punya cara sederhana untuk mempertemukan orang-orang. Ada yang pulang dari bekerja, ada yang baru selesai kuliah, ada pula yang masih berseragam sekolah sambil menuntaskan tugas. Di sebuah sudut Jalan Duta Asri, tepat di bibir gerbang Perumahan Duta Asri, Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, hanya beberapa menit dari kawasan CitraRaya, sebuah kedai mungil perlahan menjadi tempat persinggahan mereka.

Avrillie, CEO Kedai Kala Duta Asri Panongan

Namanya Kedai Kala.

Nama itu seolah mengajak setiap pengunjung memperlambat langkah. Di tengah ritme kehidupan yang serba terburu-buru, Kedai Kala menawarkan sesuatu yang sering terlupakan: waktu untuk menikmati makanan, berbincang, membaca, atau sekadar menatap layar laptop sambil menyeruput segelas minuman segar.

Begitu memasuki area kedai, suasana yang terasa bukan hiruk-pikuk kafe besar dengan musik yang memekakkan telinga. Sebaliknya, ruang ini menghadirkan atmosfer yang tenang dan akrab. Cahaya lampu yang hangat berpadu dengan tata ruang yang sederhana namun fotogenik, menjadikannya tempat yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, bekerja, maupun membuat konten media sosial.

Namun, daya tarik Kedai Kala tidak berhenti pada suasananya.

Dimsum Mentai Kedai Kala yang menggoda

Dari dapur kecilnya, berbagai kudapan kekinian hadir dengan harga yang bersahabat. Ada Dimsum Original berisi empat potong seharga Rp13 ribu yang lembut dengan isian gurih. Pecinta saus creamy dapat mencoba Dimsum Mentai empat potong seharga Rp15 ribu yang menghadirkan sensasi gurih dan sedikit smoky di setiap gigitan.

Dimsum Goreng khas Kedai Kala

Bagi pencinta camilan khas Sunda dengan sentuhan modern, Cireng Kuah Creamy atau yang akrab disebut Cikumy menjadi pilihan menarik. Dengan harga Rp10 ribu, camilan sederhana itu berubah menjadi sajian hangat yang cocok dinikmati ketika sore mulai turun.

Menu lain yang tak kalah menggoda adalah Spagety Wow! seharga Rp10 ribu. Hidangan ini membuktikan bahwa sajian bergaya Barat tidak selalu harus mahal untuk bisa dinikmati.

Deretan minumannya pun memberi banyak pilihan. Matcha Latte Rp15 ribu menawarkan rasa lembut dengan aroma teh hijau yang khas. Ada pula Thai Tea Rp8 ribu, Cappuccino Rp8 ribu, Lemon Tea Rp6 ribu, Milo Rp6 ribu, hingga beragam Jus Buah segar seharga Rp8 ribu.

Kentang goreng dan satu cup Matcha Kedai kala yang menggoda

Yang membuat Kedai Kala terasa berbeda justru bukan hanya menunya, melainkan cerita di balik orang yang membangunnya.

Di usia ketika sebagian besar remaja masih sibuk mengejar nilai rapor atau menentukan pilihan perguruan tinggi, Avrillie, siswi kelas XII SMA Lentera Harapan Permata Panongan, memilih menambah satu tantangan baru dalam hidupnya. Selain menjalani aktivitas sebagai pelajar dan konten kreator, ia juga mengelola Kedai Kala yang mulai beroperasi sejak Januari 2026.

Langkah itu menjadi gambaran bahwa semangat berwirausaha tidak selalu menunggu usia matang. Di tangan generasi muda, sebuah kedai dapat menjadi ruang bertumbuh, tempat belajar mengelola mimpi, sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Setiap sore pada hari kerja, mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, Kedai Kala mulai dipenuhi pengunjung yang datang setelah beraktivitas. Sementara pada akhir pekan, kedai ini membuka pintunya lebih awal, pukul 10.00 WIB, memberi kesempatan lebih panjang bagi siapa saja yang ingin menikmati suasananya hingga malam.

Ada tempat yang dikunjungi karena sedang viral. Ada pula tempat yang membuat orang ingin kembali karena menghadirkan rasa nyaman.

Cireng Kuah Creamy alias Cikumy paling best seller di Kedai Kala

Kedai Kala tampaknya memilih jalan kedua.

Di sini, harga tetap bersahabat, makanan terasa memanjakan lidah, dan suasananya membuat waktu berjalan sedikit lebih pelan. Bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang kecil yang mengingatkan bahwa inspirasi sering lahir dari obrolan sederhana, secangkir minuman hangat, dan sepiring kudapan yang dinikmati tanpa tergesa.

Bagi siapa pun yang melintas di kawasan Ciakar atau CitraRaya, menyempatkan singgah ke Kedai Kala bukan hanya soal mengisi perut. Barangkali, di salah satu sudut meja itu, Anda juga akan menemukan ide baru, teman baru, atau sekadar alasan untuk kembali lagi. (*

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *