JEJAK KATA, Tangerang — Selama sepekan, Alun-Alun Balaraja menjadi ruang perjumpaan antara ekonomi warga dan kreativitas lokal. Stan kuliner serta produk UMKM berdiri di tengah pertunjukan seni budaya, karya komunitas, dan aktivitas generasi muda.
Suasana itu hadir dalam Festival Budaya Pekan Raya Balaraja ke-2 yang berlangsung pada 22-30 Agustus 2026. Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai, kegiatan tersebut tidak semata menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk merawat budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kemajuan zaman tidak boleh membuat kita kehilangan akar budaya. Nilai gotong royong, kebersamaan, sopan santun, dan kearifan lokal harus terus dirawat dan diwariskan,” kata Intan, Sabtu , 29 Agustus 2026 malam.
Ia berharap kolaborasi pemerintah, masyarakat, komunitas budaya, seniman, pelaku usaha, dan generasi muda dapat membuat festival memberi manfaat lebih luas.
Pekan Raya Balaraja menghadirkan pameran seni budaya, pertunjukan tradisi, bazar kuliner, dan produk UMKM. Di satu ruang, kebudayaan mendapat panggung, usaha kecil bertemu pasar, dan kreativitas menemukan penontonnya.
Bagi Balaraja, keramaian itu menjadi pengingat bahwa merawat budaya tak cukup dengan mengenang masa lalu, tetapi juga dengan memberinya ruang untuk hidup di tengah masyarakat hari ini. (*






