Jejak KataWisata dan Kuliner

Mie Ayam Banyumas: Semangkuk Rasa Pangenyongan di Tengah Tangerang

×

Mie Ayam Banyumas: Semangkuk Rasa Pangenyongan di Tengah Tangerang

Sebarkan artikel ini
Mie Ayam Banyumas | Foto: Dok. Widi Hatmoko

KULINER — Di antara deretan kuliner yang memenuhi kawasan Tangerang, ada semangkuk mie yang membawa cerita dari tanah Pangenyongan. Namanya Mie Ayam Banyumas—sederhana penampilannya, tetapi punya karakter rasa yang mudah dikenali.

Jejak rasanya berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, termasuk Purwokerto dan daerah sekitarnya. Perpaduan gurih dan manis khas Jawa menjadi identitas yang membuatnya berbeda dari mie ayam Solo atau Yogyakarta.

Mienya cenderung tipis, kecil, kenyal, tetapi tetap lembut ketika dikunyah. Di atasnya bertengger ayam cincang yang dimasak dengan bumbu gurih-manis. Bukan potongan ayam besar yang biasa ditemukan pada sebagian mie ayam Jawa, melainkan daging yang diolah lebih halus agar bumbu meresap sampai ke dalam.

Di sejumlah penyajiannya, mie ini hadir sebagai mie yamin. Kecap manis dan bumbu diaduk bersama mie, sementara kuah kaldu disajikan terpisah. Dua mangkuk, dua karakter rasa: satu pekat dan manis-gurih, satu lagi hangat dengan rasa kaldu yang ringan.

Pelengkapnya pun tak kalah penting. Daun bawang, caisim, tauge, bakso dan pangsit membuat semangkuk mie terasa lebih lengkap. Sambalnya memberi kejutan lain—pedas, merah-oranye, dan cukup untuk mengubah semangkuk mie menjadi urusan yang serius bagi lidah.

Membawa Banyumas ke Tangerang

Di luar daerah asalnya, Mie Ayam Banyumas telah menemukan tempat di hati para perantau Jawa. Salah satunya di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Salah kedai Mie Ayam Banyumas yang direkomendasikan adalah Mie Ayam Banyumas Reka Ganda. Lokasinya berada di Jalan Kelapa Lilin 11 No. 21 Blok DC14, Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua.

Tempat ini menawarkan sejumlah pilihan mie, termasuk mie ayam, mie yamin, mie ayam bakso, mie ayam pangsit hingga porsi jumbo. Data menu yang tersedia mencatat pilihan harga mulai dari sekitar Rp22.500 untuk mie ayam biasa dan Rp33.500 untuk mie ayam komplit.

Ada sesuatu yang menarik dari semangkuk mie ini. Ia tidak datang dengan pretensi sebagai hidangan mewah. Justru karena kesederhanaannya, rasa Banyumas terasa lebih dekat.

Makan berdua bersama pasangan atau keluarga pun terasa pas. Semangkuk mie, seporsi pangsit, dan obrolan yang mengalir bisa menjadi jeda kecil dari kesibukan Tangerang.

Tempat parkirnya relatif terbatas. Pengunjung yang membawa kendaraan perlu memperhatikan kondisi sekitar dan, sebagaimana pengalaman yang disebutkan dalam informasi tempat tersebut, dapat memanfaatkan area parkir minimarket di sebelahnya jika memungkinkan.

Pada akhirnya, Mie Ayam Banyumas bukan sekadar perkara mie dan topping ayam. Ia adalah cara sederhana sebuah daerah membawa identitasnya ke tempat yang jauh. Dari tanah Pangenyongan, satu mangkuk mie tiba di Tangerang—tanpa banyak suara, tetapi meninggalkan rasa yang cukup lama. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *