Jejak KataLiputan

Difinisi Kata Sagu, Sego dan Sangu Menurut Prof. Bambang Haryanto

×

Difinisi Kata Sagu, Sego dan Sangu Menurut Prof. Bambang Haryanto

Sebarkan artikel ini
Prof. Bambang Haryanto (kaos hijau bertopi-red) saat ngobrol bareng di Resto Dapoer Djatidiri, Kebon Djatidiri Panongan, Kabupaten Tangerang.

“Kalau kita lihat, orang-orang dulu yang menjadikan sagu sebagai makanan pokok sehari-hari, jauh dari penyakit diabetes. Akan jauh berbeda dengan mereka yang mengionsumsi beras atau nasi. Ditambah lagi dengan pola hidup yang salah,” bebernya.

Ia juga menyebut, penyakit diabetes merupakan sumber dari banyak penyakit, apalagi jika tidak diimbangi dengan pola hidup yang teratur dan sehat.

Dari situlah, Prof. Bambang merekomendasikan sagu menjadi bahan pokok alternatif yang baik dan sehat. Sosok nyentrik yang mengaku sudah sejak 1980 melakukan penelitian terhadap sagu itu, menyebut jika sagu merupakan jawaban makanan sehat bagi masyarakat. Yang tentunya, dengan kualitas daya tahan yang lebih baik.

Untuk diketahui, sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau “pohon sagu” (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Namun sagu berbeda dengan tapioka, terigu, atau gandum. Pohon sagu dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter, bahkan 30 meter. Dari satu pohon dapat menghasilkan antara 150 hingga 300 kilogram pati sagu. (WH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *