Seni dan Hiburan

Keren! 4 Pelukis Semarang Bersekutu dalam “Beyond Language”

×

Keren! 4 Pelukis Semarang Bersekutu dalam “Beyond Language”

Sebarkan artikel ini
Mona Palma, Moses Foresto, Tan Markaban dan Darma Lungit dalam pameran bertajuk: “Beyond Language” di De Warisan Art & Curio Gallery, Kota Lama, Semarang.

Untuk mengungkapkan kegembiraannya yang membuncah, Mona Palma Palma, pada saat acara pembukaan pameran itu menembangkan sebuah lagu berjudul ” Edelweis” yang juga jadi salah satu tajuk lukisannya yang ditaja dalam pameran ini.

“Mengapa saat ini saya ingin bernyanyi tentang Edelweis. Karena keindahan bunga Edelweis inilah yang membuat saya pertama kali terperangkap mencintai dunia seni rupa,” ujar Mona Palma bersenandung syahdu sembari jemarinya memetik gitar dengan merdu.

Dr. Mikke Susanto menyampaikan bahwa pameran sebagai sebuah proses sangat penting bagi seorang pelukis. Selain menjadi penanda eksistensi juga menjadi sarana silaturahmi dan berbagi. Pameran semacam ini menjadi tradisi yang sangat baik.

“Mungkin bagi teman-teman yang pernah keliling dunia ke luar negeri ke beberapa negara terutama di Eropa atau di Asia yang maju dunia seni rupanya. Pembukaan pameran ini lebih ramai di tempat kita. ini termasuk ramai kalau di sana yang hadir dalam pembukaan pameran paling sekitar sepuluh atau duapuluh orang tetapi semuanya yang hadir kolektor sih. Tetapi ini juga kolektor tetapi kolektor visual,” ujar Mikke berseloroh.

Lebih lanjut, Mikke, mengatakan, besok momen ini berharga sekali karena teman-teman menjadi saksi para perupa ini berproses.

“Pembukaan pameran atau pameran itu sangat tinggi nilainya seperti halnya yag saya tulis dalam buku “Mengapa Lukisan Itu Mahal”. Momen pameran ini sangat penting menjadi arsip hidup bagi para seniman untuk menaikkan citra sekaligus harga lukisannya di masa mendatang,” tandas Dosen Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *