“Penderitaan itu pedih, Bung! Kalau tak suka, silahkan minggir!”
“Atau, aku cincang alat kelaminmu? Masih banyak laki-laki hidung belang yang membutuhkan Kami di sini! Ayo, silahkan minggir! Minggat sana!”
“Barang-barang-ku sendiri, mau diecer atau diobral, bukan urusanmu!”
Perempuan-perempuan “nocturnal” itu terus merangsek, seperti menghakiminya. Onah hanya diam, dengan mata sembab, menahan tangis.
“Kalau aku boleh memilih, dan jika kehidupan ini bisa di-star dari awal, aku ingin lahir kembali dari rahim seorang ibu yang bukan pelacur. Asal kalian tahu, hidup sebagai perempuan malam seperti aku ini bukanlah sebuah keinginan. Kemiskinan itu menyakitkan. Ketimbang hidup sengsara, enak jadi lonte. Jadi lonte itu enak.” Kalimat itu yang berkali-kali diucapkan Onah; sampai malam semakin larut, menjamah pagi; sampai semua orang-orang di dalam club satu persatu meninggalkan kehidupan malam.
Namun, kalimat Onah, tetap saja membuatnya kian tersudut. Karena, serangan bertubi-tubi, “Anak pelacur tetap saja jadi pelacur,” terus membombardir, dari segala penjuru, seperti serangan jet Israel ke Afganistan.
“Kau ini pelacur Onah, sampai tujuh turunan pun, anak cucumu tetap saja keturunan pelacur! Meski kau sembunyikan dengan segala dalih dan modus operandi sebagai penyanyi club, bar tender, atau resepsionis sekalipun! Sudahlah, kau tak perlu punya anak, tetaplah saja hidup seperti kalong, kelayapan malam hari dan siang mendengkur sampai kau mati! Habiskan masa hidupmu dengan tak menciptakan generasi sepertimu! Ajak semua teman-teman lontemu itu untuk hidup tak beranak-pinak! Sekali lagi Onah, kau tak akan lebih terhormat dari perempuan ndeso yang tak pernah blusukan ke mal, tapi hidup dengan cinta apa adanya meskipun perih dijalani, dan hanya merasakan bahagia dengan segala apa yang mereka miliki!” Kalimat itu terus berteriak, menggedor-gedor.
Jiwa Onah goncang. Tubuhnya seperti berputar hebat—secepat kilat; seperti terjungkir ke bawah, ke atas, ke kiri, ke kanan, dan terus berputar.
“Bedebah kamuuu!” Onah semakin meradang, teriak bertambah kencang.






