Jejak KataSoft News

Rumah Baca Annur, Oase di Daerah Pesisir yang Dikepung Pabrik

×

Rumah Baca Annur, Oase di Daerah Pesisir yang Dikepung Pabrik

Sebarkan artikel ini
Anak-anak sedang membaca di Rumah Baca Annur

Progam santunan

Progam lainnya yang dijalankan Rumah Baca Annur adalah memberi santunan kepada anak yatim saban bulan, biasanya pada Jum’at kliwon, setiap bulan sekitar 36-40 anak. Sudah berjalan hampir 5 tahun. “Awalnya dulu makan bareng, setelah emak sering sakit diganti mentahan,” kata Raudloh.

Rumah Baca Annur juga memberi beasiswa bagi anak yatim yang mondok dan sekolah. Progam ini baru berjalan lima bulan, dan baru bisa baru memberi beasiswa untuk  dua anak. Selain itu ada program bagi-bagi buku tulis + ATK untuk anak-anak yatim yang kelas 3 SD/MI- jenjang SMP, membuka bazar, memberi baju layak pakai, lomba 17-an.

“Kami juga mengadakan rekreasi. Biasanya saat liburan sekolah, kami pergi renang bersama/mengunjungi rumah ibadah/ pemadam/ stasiun. Dulu suka ngadain lomba mewarnai/ menggambar yang pesertanya sampai 400 anak, tapi tahun kemarin dan tahun ini kami off. Karena saya hamil,” tutur Raudloh.

Saat pandemi beberapa tahun lalu, Rumah Baca Annur aktif membuat Komunitas Khataman Buku. Komunitas ini secara konsisten setiap minggu mengadakan diskusi yang melibatkan mahasiswa dan muda-mudi, baik secara daring maupun luring. Dengan aktivitas rutinnya di sekolah sebagai guru, Raudloh pun membawa buku-buku dari Rumah Baca Annur ke sekolah untuk dipinjamkan. Dia membuat pojok baca di kelas.

Untuk program-program yang digulirkan, menurut Raudloh, awalnya swadaya alias dari kantong pribadi. “Biasanya kami konsultasikan ke keluarga besar tentang beberapa program Annur yang berkaitan dengan keuangan,” kata Raudloh.

Bagi Raudloh hal tersebut merupakan tantangan yang dia hadapi sebagai pencetus dan pengelola rumah baca. Dalam perkembangannya, seiring kiprahnya yang makin dirasakan masyarakat, Rumah Baca Annur pun kini sering mendapat bantuan buku.

“Terakhir Rumah Baca Annur mendapat bantuan rak buku dan buku cerita anak sebanyak 1.000 eksemplar.  Alhamdulillah kami juga punya donatur tetap untuk program santunan dan beasiswa,” ujarnya.

Rumah Rumah Baca Annur sekarang makin dikenal dan mendapat kunjungan dan menjalin jejaring dengan tokoh literasi sekitar Brebes dan Cirebon timur. (Aris Kurniawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *