Nah, melihat catatan di atas, beberapa ratus tahun kebelakang, sebenarnya ada satu sejarah yang mestinya diketahui oleh semua masyarakat di Kabupaten Tangerang, dan menjadi satu kurikulum daerah. Agar sejarah ini menjadi monumental yang bisa diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga sejarah berdirinya Kabupaten Tangerang ini menjadi satu kesatuan yang utuh dari sejak pertengahan abad 16 hingga 27 Desember 1943, sampai akhirnya daerah ini bertransformasi dan menjadi rahim dari beberapa kota yang dulunya satu wilayah dengan daerah ini.
Melansir dari berbagai sumber, sejarah Kabupaten Tangerang sendiri dimulai dari ketika Kesultanan Banten terdesak oleh Agresi Militer Belanda pada pertengahan abad ke-16. Pada saat itu diutuslah tiga maulana yang berpangkat tumenggung untuk membuat perkampungan pertahanan di wilayah yang berbatasan dengan Batavia. Ketiga Tumenggung itu adalah, Tumenggung Aria Yudhanegara, Aria Wangsakara, dan Aria Jaya Santika. Mereka segera membangun basis pertahanan dan pemerintahan di wilayah yang kini dikenal sebagai kawasan Tigaraksa.
Menurut legenda rakyat Kabupaten Tangerang, disimpulkan bahwa tiga tumenggung ini menjadi cikal-bakal nama salah satu kecamatan di Kabupaten Tangerang, yaitu Tigaraksa, dan saat ini menjadi pusat pemerintahan kabupaten. Nama Tigaraksa itu sendiri, konon berarti Tiang Tiga atau Tilu Tanglu, sebuah pemberian nama sebagai wujud penghormatan kepada tiga tumenggung yang menjadi tiga pimpinan ketika itu.






