Dalam upaya mencari jati diri inilah Sang Bima terus mengarungi derasnya gelombang kehidupan. Meski cobaan dan rintangan selalu datang silih berganti dengan menggenggam tekad Bima terus melaju dengan segala daya upaya meraih apa yang menjadi tekadnya. Bima pun berkelana di Samudra dan mengalahkan para Burhan. Kemudian Bima bertemu dengan Dewa Ruci. Pertemuannya dengan Dewa Ruci yang menggembleng Bima membuat dirinya sosok satria sejati. Sang Bima jadi sosok satria pinilih.
Indeks Inflasi Kota Tangerang Kembali Turun di Angka 3,36 Persen
Kabid Kebudayaan Dinas Budaya Pariwisata Kota Semarang, Suroso, S.Sn mengatakan, kali ini Wayang On The Street secara khusus digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, untuk memeriahkan HUT Kota Semarang.
“Kami merasa senang pagelaran ini dinikmati oleh ratusan anak muda yang duduk lesehan dengan tertib menikmati WOTS kali ini. Semoga makin banyak anak muda yang makin menggemari wayang orang sehingga bisa tetap bertumbuhkembang dan lestari,” tandasnya.
Sementara itu, inisiator Wayang On The Street Grace Widjaya Hardhono sangat senang melihat antusiasme para penonton yang menikmati pertunjukan “Sang Bima”.
Grace Widjaya yang juga berkiprah di Persatuan Pedalangan Indonesia Kota Semarang ini sangat mengapresiasi sutradara, para pelakon dan juga pengrawit yang menyajikan pertunjukan wayang orang yang ciamik dan inovatif.

“Mengharukan penonton WOTS ramainya seperti penonton bola. Tujuan dan harapan untuk memperkenalkan wayang kepada anak muda lewat WOTS nampaknya bergaung. Wayang bukan pertunjukan untuk orang tua saja. Untuk itu juga diperlukan peran anak muda untuk melestarikannya,” pungkasnya.






