Jejak KataWisata dan Kuliner

Kera Ekor Panjang dan Legenda Ulama Berpengaruh di Wisata Keramat Solear

×

Kera Ekor Panjang dan Legenda Ulama Berpengaruh di Wisata Keramat Solear

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Gambar dibuat dengan menggunakan AI

JEJAK KATA, Tangerang – Mau berwisata kemana liburan kali ini? Nich, ada tempat wisata yang recommended, murah meriah dan dijamin enggak bikin nguras isi kantong. Ya, obyek wisata religi sekitar Makam Keramat Solear. Lokasinya di Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Apa yang unik di sini?

Selain rindangnya pepohonan di hutan seluas sekitar 4,5 hektar, kalian bisa melihat perilaku ‘nyeleneh’ ratusan kawanan kera atau monyet liar. Mereka bisa berbaur serta berinteraksi dengan pengunjung. Kera atau monyet-monyet di sekitar hutan tersebut adalah jenis monyet ekor panjang atau dalam bahasa Latin Macaca Fascicularis.

Kalau kalian datang ke lokasi ini lebih awal atau pagi-pagi, pasti akan langsung disambut oleh ratusan monyet liar itu. Mereka akan meminta sedekah makanan dari kalian.

Tapi enggak perlu khawatir, karena di tempat ini sudah ada warga yang menyediakan makanan untuk mereka. Jadi, kalian cukup membeli kacang yang dijajakan oleh warga sekitar, yang memang menjadi salah satu mata pencaharian mereka di sini.

Kawanan kera ekor panjang di kawasan wisata religi Keramat Solear, Kabupaten Tangerang.

Tidak jauh dari hutan Kramat Solear tersebut, terdapat jembatan gantung yang cukup keren untuk berswafoto, yaitu Jembatan Kali Cidurian. Buat kalian yang ingin memenuhi media sosialnya dengan foto-foto unik, bisa mengambil spot-spot di sekitar hutan dan jembatan gantung yang masih alami itu. Apalagi kalau kalian bisa berpose dengan monyet-monyet yang ada di sini, pasti akan lebih keren lagi.

Nah, bicara soal monyet ekor panjang yang ada di sekitar Hutan Keramat Solear, tidak lepas dari cerita tentang salah seorang tokoh ulama berpengaruh penyebar agama Islam di wilayah ini, yaitu Syeikh Mas Masa’ad. Dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Syeikh Mas Masa’ad merupakan panglima utusan Kesultanan Banten sekitar tahun 1552.

Berdasarkan cerita mitos yang beredar di masyarakat, monyet liar ekor panjang di Hutan Keramat Solear ini konon jelmaan dari para murid Syeikh Mas Masa’ad yang setia ingin menjaga area makam.

Salah seorang juru kunci Makam Keramat Solear, Abidin, membenarkan adanya mitos tersebut, meski ia tidak bisa memastikan cerita ini. Pun demikian, secara ilmiah ratusan monyet ekor panjang yang menghuni Hutan di Area Makam Keramat Solear merupakan monyet liar yang beranak pinak.

Yang unik dari kawanan monyet ekor panjang itu, mereka memiliki kelompok yang berbeda-beda alias memiliki blok masing-masing.

“Mereka ada blok-blokan, ada tiga blok. Di belakang lain, di depan lain, di samping juga lain. Beda grup, nggak mau bersatu,” kata Abidin.

Keunikan lain dari  monyet ekor panjang di kawasan ini, memiliki mitos, dipercaya dapat menggambarkan sifat dan perilaku pengunjung. Sebagai contoh, ketika pengunjung melihat monyet di tempat itu ada yang sedang kawin, hal ini menunjukkan bahwa si pengunjung usai melakukan aktivitas persetubuhan atau bersenggama beberapa waktu sebelum mendatangi tempat ini.

Wuich, kok bisa ya? Nah, buat kalian yang penasaran bisa berwisata sambil berziarah di tempat ini. Dan, di sekitar tempat wisata religi  itu juga banyak pelaku UMKM yang menjajakan makanan maupun minuman. Jadi kalian enggak bakal kelaparan atau kehausan. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *