Soft News

Jambu Kristal, Buah dari Taiwan yang Menemukan Rumah di Indonesia

×

Jambu Kristal, Buah dari Taiwan yang Menemukan Rumah di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Buah jambu kristal yang dibudidayakan oleh salah seorang petani di daerah Banyumas, Jawa Tengah | FOTO: Dok. Widi Hatmoko

HORTIKULTURA — Ia tidak memiliki nama yang panjang, tetapi cukup untuk menimbulkan kesan istimewa: jambu kristal. Ketika dibelah, buah ini memperlihatkan daging putih yang tebal. Rasanya manis, teksturnya renyah, sementara bijinya begitu sedikit hingga menjadi salah satu daya tarik utamanya.

Jambu kristal bukan tanaman asli Indonesia. Jejak awalnya mengarah ke Distrik Kaohsiung, Taiwan. Varietas ini dikenal sebagai hasil mutasi alami dari jambu lokal Taiwan, Muangthai Pak, yang ditemukan dan dikembangkan sekitar 1991.

Pada tahun yang sama, jambu kristal mulai diperkenalkan ke Indonesia melalui Misi Teknik Taiwan. Pengembangannya kemudian melibatkan kerja sama dengan kalangan pertanian dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Dari kebun-kebun percobaan, buah ini perlahan menemukan pasar yang lebih luas.

Perjalanannya menuju status varietas yang dikenal luas berlangsung bertahap. Setelah melalui proses pengembangan dan pengujian, jambu kristal kemudian dilepas secara resmi sebagai varietas unggul di Indonesia pada 2007 melalui keputusan Menteri Pertanian.

Keunggulannya mudah dipahami. Biji jambu kristal disebut sangat sedikit, kurang dari sekitar 3 persen dari bobot buah. Dagingnya tebal, putih, dan renyah. Tanamannya pun dapat berbuah sepanjang tahun apabila kondisi budidaya mendukung. Karakter itu membuatnya cepat menarik perhatian petani sekaligus konsumen.

Dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur dan Jawa Barat, kebun jambu kristal kemudian tumbuh di berbagai daerah. Desa Jeruk di Demak menjadi salah satu wilayah yang dikenal mengembangkan buah ini. Di Tulungagung dan Pasuruan, budidayanya berkembang bersama kegiatan agrowisata. Sementara sentra baru juga muncul di Jawa Barat, termasuk Majalengka, serta sejumlah daerah di Sumatera dan Riau.

Jambu kristal kini tidak hanya hadir di kebun petani, tetapi juga di pasar modern, gerai buah, hingga kebun petik sendiri. Perjalanan buah ini menunjukkan bagaimana sebuah varietas dari luar negeri dapat menemukan tanah yang subur, pasar yang luas, dan identitas baru di Indonesia.

Selain menjadi favorit karena rasanya, jambu kristal juga dikenal memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Buah ini mengandung vitamin C, serat, dan senyawa antioksidan. Vitamin C berperan dalam fungsi sistem kekebalan tubuh, sementara serat membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Pada akhirnya, jambu kristal menawarkan kombinasi yang sederhana: renyah saat digigit, manis ketika dinikmati, dan mudah ditemukan hampir sepanjang tahun. Dari sebuah mutasi alami di Taiwan, ia menyeberangi batas negara dan kemudian tumbuh menjadi salah satu buah yang cukup akrab di kebun-kebun Indonesia.

Bukan sekadar jambu dengan sedikit biji, jambu kristal adalah cerita tentang perjalanan varietas, kerja sama pertanian, dan bagaimana selera pasar dapat mengubah tanaman pendatang menjadi buah favorit di negeri tropis. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *