“Modal finansial dan privilege tak terbatas tidak serta merta bisa mencetak seniman yang mumpuni. Ketekunan, komitmen, mau belajar dan terbuka dengan kritik salah satu modal yang sangat fundamental. Bisa melukis dengan baik tidak menjamin melahirkan seniman yang bagus, melukis hanya persoalan kulit, menjadi seniman itu isinya,” ujar Dedy mengingatkan.
Lalu bagaimana dengan nasib tiga perempuan yang mengusung pameran bersama “Dealova” ini. Apakah mereka akan konsiten melukis dan berkiprah di jagad seni rupa. Lihat beberapa tahun ke depan. Mreka eksis jadi seniman atau hilang terlipat waktu. Kita tunggu ! Kini saksikan dulu “Dealova” yang merindu.






